The Ceremony Of Tabot In Bengkulu



Filed under : Culture Tourism, Featured

The special and interesting  event in Bengkulu province is the Tabot Festival, it is held every year from 1 untill 10 Muharram in islamic calender. This festival is use for recalls the death of grandchilds of the Prophet Muhammad; Hasan and Husen were killed in a war for defend of Islam. The tabot itself are made form bamboo and decorated with colorfull papers, its called The fifty colorfull towers. Indian’s people, from Benggala-India, are the first comunity who were held for the first time the tabot festival in Bengkulu, and still happening till now as cultural tourism. /ika

You are looking for

tabot bengkulu 2009, tabot bengkulu, tabot, tabot ceremony, tabot festival, about tabot, bengkulu di mana ?, ceremony, ceremony of tabot bengkulu, cultural tourism in bengkulu

Related posts:

  1. Batik Basurek Bengkulu
  2. The Marlborough fortress
  3. The Dendam Tak Sudah Lake

5 Responses to “The Ceremony Of Tabot In Bengkulu”

  1. Hendri Yanto Says:

    I’m from Bengkulu, Mukomuko. Frankly speaking, I never see the Tabot Festival. But, I know about it. The festival have to keep it. As generations, we have to know about our culture and the history.

    OK….

  2. Dede Gunaefi Says:

    Bengkulu ku tercinta,,,,Sayang sekarang bengkulu ku sudah porak poranda…jalan-jalan hancur dimana-mana,,,kejahatan meraja lela,,,padahal bukan orang bengkulu yang berbuat,,,,jalur lintas sudah susah untuk di lalui….kpan aku bisa melihat bengkulu ku seperti 10 tahun sebelumnya,,,aman tentram dan indah

  3. Ranny juniarni Says:

    saya Asli orang Bandung…tapi saya sangat menyukai bengkulu,,,hanya bengkulu sekarang sudah tidak seperti dulu,,keramahan orang-orangnya,,keindahan kotanya,,,jalan profinsi,,,,kenyamanan…dan kriminalitas sudah pada taraf menghawatirkan,,,,,bengkulu–bengkulu—aku merindukanmu,,,kapan bengkulu ku bisa seperti dulu

  4. Mas Edy Says:

    Saya asli orang Curup, saya sangat mencintai curup dan Bengkulu, memang sekarang curup dan bengkulu sudah berubah tradisi masyarakatnya sudah terkontaminasi dengan budaya liberal dan kapitalis. Ya… kita tahu itu sudah menjalar dimana-mana. Karena hal itu mungkin sudah jamannya. yaitu kita memasuki yang namanya jaman edan / gila/ jahiliah modern. Semua itu kita hanya bisa berdoa dan berusaha. agar kita tidak hanyut ke arah itu.Dan kami yakin kita nanti akan memasuki yang namanya jaman kejayaan/keemasan kembali. tapi entah kampan hanya Tuhan yang tahu.

  5. Febi Kusuma Says:

    I LUV Bengkulu City…
    coz, Aq asli anak bumi raflesia….
    and, sebenarnya Bengkulu City bisa lebih kaya lg klo sumber potensi/kekayaan alam ibu kota bengkulu dpt lbh di gali lg dan pemerintahnya jg lbh memperhatikan budaya2 jg potensial penduduknya, byar Bengkulu City bs menjadi kota pariwisata yg pling ramai pengunjungnya dan pling indah cagar alam dan bydayanya..
    OK………^_^
    “ayo maju kota Bengkulu…”

Leave a Comment

  • Local Weather
    • Friday, Mar 12
      Mostly Cloudy
      Currently: 76˚ F
      Feels Like: 81˚ F
      Hi: 90˚, Lo: 73˚
      Mostly Cloudy

      weather feed courtesy of weather.com - thanks!

Translator

English flagItalian flagKorean flagChinese (Simplified) flagChinese (Traditional) flagPortuguese flagGerman flagFrench flagSpanish flagJapanese flagArabic flagRussian flagGreek flagDutch flagBulgarian flag
Czech flagCroat flagDanish flagFinnish flagHindi flagPolish flagRumanian flagSwedish flagNorwegian flagCatalan flagFilipino flagHebrew flagIndonesian flagLatvian flagLithuanian flag
Serbian flagSlovak flagSlovenian flagUkrainian flagVietnamese flagAlbanian flagEstonian flagGalician flagMaltese flagThai flagTurkish flagHungarian flag   

  • Travel Talk

    Travel Views

    Universitas Ratu Samban Universitas Bengkulu Tugu Proklamator Bengkulu Tugu Kudo Simpang Limo

    Backpack